
Begitu membaca berita di detik.com ini, saya langsung ketawa. Waah, Anies “main kasar” sih, dalam hati saya, jadi kena sentilan yang menohok juga di depan publik. Jadi apa sih sentilan dari Mendagri itu dan kenapa saya bilang banhwa Anies “main kasar”?
Masih berkisar pada pidato politik Amien Rais di Balai Kota hari Selasa lalu. Ahh, nggak perlu ditutup-tutupi lagi kalau itu adalah pidato politik, dalam suatu acara yang religius edukatif, yaitu kumpul-kumpul para ustazah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik.
Seperti yang tadi pagi sudah saya tuliskan, bahwa adalah suatu kenyataan bahwa Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta yang merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membiarkan netralitas pemprov terganggu dengan adanya pidato politik Amien Rais yang isinya tidak lain adalah keinginannya untuk mengganti Jokowi sebagai Presiden RI di kontestasi Pilpres 2019. Seorang pengamat dari UGM bahkan memberikan indikasi bahwa Anies bukannya tidak tahu bahwa kehadiran Amien Rais akan membawa implikasi politis terhadap pemprov. Anies justru tahu dan ini adalah sebuah manuver politik, bukannya kecolongan atau apa yang tidak disengaja. Ini sengaja dan menjadi tidak etis, mengingat posisi Anies sebagai gubernur itu adalah bawahannya Presiden Jokowi. Ini kenapa saya katakan bahwa Anies itu “bermain kasar”. Lengkapnya tulisan saya itu bisa dibaca di link berikut : Pemprov Jakarta Berpolitik?!? Blunder Pidato Politik Amien Rais Di Balai Kota!
Nah, sebagai bagian dari pidato itu, Amien Rais sempat menyebut bahwa dirinya meramalkan kalau Anies ini adalah penyelamat negeri sambil menyalami tangan Anies, yang juga disambut dan diamini oleh Anies. Menurut Amien Rais, aksi ini adalah spontanitas untuk melihat reaksi para hadirin di acara tersebut, "Saya sedang testing the voter. Jadi reaksi ibu-ibu gimana," kata Amien sembari tertawa, dilansir detik.com. Bisa juga testing the voter seluruh Indonesia, karena hal ini sudah banyak diberitakan di media massa. Apakah Amien Rais serius dengan perkataannya itu, artinya dia pun menjagokan Anies? Belum tentu. Tentunya Anies mengamini saja karena kalau disanggah kan gengsi, namun kalau diiyakan juga belum pasti. Walaupun demikian, saya masih merasakan ada ambisi yang belum tuntas dari seorang Anies Baswedan, sehingga kemungkinan besar, manuver-manuver seperti masih tetap ada di masa mendatang.
Ketika Mendagri ditemui pihak media untuk dimintakan tanggapannya, Mendagri langsung menyentil Anies dengan menohok terkait ramalan Amien Rais bahwa Anies Baswedan adalah seorang penyelamat negeri. "Yah kita tunggu menyelamatkan DKI aja dulu aja jangan jauh-jauh," kata Tjahjo Kumolo, hari ini tadi. Makjlebb!! Itu suatu sentilan berbumbu reminder(pengingat) bahwa PR Anies di DKI Jakarta itu masih buanyakkk. Tanah Abang belum selesai, program rumah DP Rp 0 belum jalan, pengentasan kemiskinan belum ada programnya, peserta program OK OCE yang katanya ribuan itu pun disebut tidak akan bisa mengurangi tingkat kemiskinan di Jakarta dalam rencana pembangunan lima tahun mendatang di era kepeminpinan Anies sebagai gubernur, penanganan banjir belum diapa-apain, perlu normalisasi juga kan, perluu penggusuran juga kan? Apa yang sudah dilakukan Anies? Apakah dengan tidak memperpanjang izin Alexis itu bisa menghentikan banjir? Enggak kan? Malah para karyawan ex Alexis jadi pengangguran dan tidak mendapat perhatian, padahal katanya mau mengurangi angka kemiskinan di Jakarta. Masih ada gugatan di pengadilan juga lho, satunya terkait perkataan “pribumi” di pidato pengangkatan Anies, dan satunya dari para sopir angkot terkait penutupan Jalan Jatibaru. Memangnya gugatan ini akan hilang dengan adanya pidato politik Amien Rais itu? Tumpukan sampah juga ada di mana-mana seperti yang juga diberitakan oleh detik.com, dekat perlintasan kereta api di Kramat Sentiong. Ini ibu kota negara kapan mau bersih, padahal akan ada Asian Games beberapa bulan lagi. Itu tanggung jawab Anies lho.
Sandiaga? Ini satu lagi, entah dia ini benar-benar tidak paham atau memang belagak bodoh. Terkait pidato politik Amien Rais itu saja, tanggapan Sandiaga sangat lucu, “"Saya belum menemukan referensinya, maklum saya orang baru di sini," ujar Sandiaga, dilansir tribunnews.com, pada hari Rabu kemarin. Dia menyamakan Balai Kota dengan kegiatan Car Free Day (CFD). "Sama seperti CFD apakah CFD boleh dipakai (untuk kegiatan politik)," katanya. For God’s sake, kata saya, ini wakil gubernur tahu peraturan nggak sih? CFD itu kan di jalan umum, sedang ini di Balai Kota, di kantornya pemerintah provinssi DKI Jakarta. Ahhsudahlahh…
So, jika Anies memang berambisi menjadi lawannya Jokowi di Pilpres 2019 nanti, itu haknya dia. Namun jangan lupa, kinerja dan hasil kerja di Jakarta apakah sudah pantas dibawa nanti sebagai bahan kampanye? Kedua, kalau sudah bawa-bawa politik di Balai Kota untuk menegaskan ambisinya, apakah lupa kalau gubernur itu bawahannya presiden? Mungkin perlu konsultasi dulu dengan Presiden Erdogan, kalau memang benar kenal
(Sekian)
SOURCE : seword.com
0 Response to "Makjleb!! Anies Kena Sentil Mendagri, “Main Kasar” Sih!"
Posting Komentar