loading...
loading...

Penjualan Kaos ‘#2019 Ganti Presiden’ Lesu, Gimana Mau Ganti Presiden?




Gerakan 2019 ganti presiden sempat menggaung lewat Twitter yang viral, kemudian merambah hingga ke kaos, bahkan ada yang membentangkan spanduk ini di Turki dan di tempat-tempat lain. Beberapa pihak sesumbar kalau gerakan ini membuat pemerintah panik dan gentar.

Gerakan ini tidak beda dengan isu-isu lainnya yang pernah digoreng untuk mendesak pemerintah dengan cara yang istilah halusnya agak kurang etis. Kalau bahasa kasarnya, silakan isi sendiri, he he he. Tapi benarkah gerakan ini sangat masif seperti yang diklaim atau hanya seperti isu-isu lain yang cepat timbul cepat pula tenggelamnya? Tahu sendiri kan kalau gerombolan sebelah suka klaim dengan cara membesarkan-besarkan sesuatu yang kecil biar terlihat tidak memalukan.

Gerakan yang bertujuan menghadirkan presiden baru tersebut merambah hingga ke dunia nyata. Salah satunya melalui penjualan kaos bergambar #2019GantiPresiden.

Seperti yang diberitakan poskotanews.com di Pasar Senen, Jakarta Pusat, penjualan kaos tersebut sudah mulai berjalan sejak Maret lalu. “Sudah sekitar sebulan udah ada yang pesen,” kata Tito, pengusaha konveksi di blok 5 Pasar Senen. Dia mulai berbisnis konveksi sejak tahun 2008 menjelang Pilpres 2009. Selain itu, ia juga menjual berbagai kaos secara eceran. Harga jual per kaos adalah Rp 65 ribu untuk semua ukuran dan warna.

Akan tetapi penjualan kaos masih terbilang lesu akibat maraknya penjualan kaos melalui internet. Ya mungkin ini salah satu penyebabnya. Tapi apakah penjualan online masif? Saya rasa tidak. Beberapa teman saya yang suka beli produk fashion secara online bahkan jarang atau tidak pernah melihat kaos semacam itu. Kalau memang booming, pasti sudah menjadi bahan pembicaraan.

Gerakan ini mirip-mirip dengan 'Om telolet om'. Awalnya sangat masif dan menjadi sebuah hiburan tersendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, euforia ini mati perlahan-lahan dan sekarang sudah tidak kedengaran lagi gaungnya. Saya percaya, pembaca juga pasti percaya, kalau gerakan 2019 ganti presiden ini hanyalah sebatas euforia yang akan mati dengan sendirinya.

Alasannya mudah. Coba jawab, apa tujuannya gerakan ini? Ganti presiden. Siapa presidennya? Masih belum tahu. Apa yang membuat presiden sekarang pantas diganti? Isu utang, isu PKI, isu antek asing dan aseng? Apakah itu isu atau bahan gorengan yang sengaja dihembuskan? Coba bandingkan dengan masa-masa ketika Jokowi dan Ahok mencalonkan diri dari gubernur dan wakil gubernur. Euforianya terasa hingga ke luar daerah. Itu baru namanya masif.

Sedangkan gerakan ganti presiden, masifnya di mana? Hanya di dunia maya, itu pun karena klaim sendiri, tidak ada data pasti. Hanya karena satu dua orang pakai kaos lantas dibilang masif, padahal yang pakai pun kemungkinan kader dari partai sakit hati. Hanya karena beberapa orang bentangkan spanduk ganti presiden di negara lain lantas dibilang sudah menggema di seluruh dunia. Ini statement yang sangat lucu dan terkesan bikin orang terpukau.

Lihat saja berapa lama gerakan ini bisa bertahan. Kalau tidak bisa bertahan hingga tahun depan, mungkin kubu sebelah bakal lebih pusing dan peras otak, memikirkan gerakan apa lagi yang akan diluncurkan.


Oh ya ada yang terlupa. Beberapa waktu lalu juga katanya ada gerakan selain gerakan 2019 ganti presiden, yaitu gerakan asal bukan Jokowi. Ini lebih lucu, bahkan gaungnya terlalu senyap dan kalah keras suaranya ketimbang gerakan yang sebelumnya. Mati sebelum mekar. Lenyap sebelum sempat viral.

Gerakan murahan seperti ini takkan laku. Asal bukan Jokowi, ini hanya bentuk pembodohan publik supaya publik ikutan bodoh. Sori saja deh. Mau sakit hati, silakan. Tapi jangan pemikiran pun dipendekkan demi memenuhi emosi semata. Siapa yang mau percaya yang begituan?

Kalau asal bukan Jokowi, lalu siapa yang dijadikan tawaran? Orang juga butuh kepastian. Kalau hanya oke-oke saja yang penting bukan Jokowi, tiba-tiba ditawari yang lagi kabur itu gimana? Atau kakek yang tukang nyinyir? Atau yang pernah nyasar di Simpang Susun Semanggi? Atau yang nunggak listrik? Jangan salah, mereka juga masuk kriteria lho, kan yang penting bukan Jokowi. Mereka terlalu sibuk memojokkan orang lain, tanpa sadar mereka jauh lebih buruk dan low level. Mengatakan orang lain NOL, tapi tak sadar mereka malah MINUS. kan lucu.

Bagaimana menurut Anda?

SUMBER : SEWORD.COM

0 Response to "Penjualan Kaos ‘#2019 Ganti Presiden’ Lesu, Gimana Mau Ganti Presiden?"

Posting Komentar