
Ada penanaman pohon imitasi, dia tak tahu. Dia tahunya pohon itu sudah ada di gudang dan sudah digunakan tahun-tahun sebelumnya. Pikirnya orang-orang pada goblok. Padahal Ahok buatnya di taman, bukan di trotoar.
Begitulah tipe-tipe pemimpin hasil ngancam mayat, serba suci dan tak berdosa. Semua serba salah pemimpin sebelumnya. Lah kan gak ada bantahan dari yang bersangkutan, soalnya masih di penjara di Mako Brimob. Bebas dech mau ngomongin apa saja.
Ada pemenang tender dengan kantor semegah sarang kuntilanak alias rumah kosong, dia tak tahu. Tahunya dia ya menggaji TGUPP sampai miliaran. Maklumlah, itu kan orang-orang penting yang dulu berjasa. Kalau tidak dikasih makan ntar menyalak, habislah riwayat pemimpin seiman. Gak lihat marahnya mak lampir waktu mobilnya diderek Dishub? Sekali telepon, tuh mobil balik sendiri ke rumah. Hebat kan?
Selama mereka masih bisa diam, posisi masih aman. Mau uang DKI habis diumbat perusahaan bodong, bodo amat. Toh warga bisanya hanya ngeluh, teriak-teriak. Cukup kerahkan salat tarawih di Monas, isu hilang, kembali seperti sedia kala. Hahahaha...
Ada pembelian tong sampah dari Jerman, dia tak tahu. Karena udah kepalang malu, ya suruh aja bawahan hadapi warga netizen, lempar masalah ke pemimpin sebelumnya, kelar urusan. Ganpang bukan?
Padahal sebenarnya karena mukanya tidak tahu lagi mau diletakkan di pantat siapa. Ya di pantat bawahan pun jadilah, yang penting selamat. Pemimpinnya siapa nih jadinya? Emank urusan lo... Lo kan bukan warga JKT58%.
Ada target penarikan infaq 138 juta per kelurahan dan wajibkan 1 juta per RT, dia juga merasa tidak menginstruksikan. Ya sudah, bilang aja tahun lalu juga seperti itu. Behahahahaha.... Lagi-lagi dech kembali ke masa lalu. Kek mesin waktu saja.
Padahal kalau memang sudah seperti itu tahun lalu dan ternyata tidak pantas, ya distop saja toh. Berarti bukan karena sebelumnya sudah seperti itu, bilang aja yang ngurusin seperti itu ya bawahan. Sang pemimpin kerjanya kampanye di daerah lain saja. Soalnya jenderal perang DKI dulu, lagi nyakada (nyalon kepala daerah) di Jateng dan Jabar. Kan kualat donk kalau tidak balas budi. Ngerti gak lo?
Lagian mana mungkin pemimpin seiman memaksa umat kumpulkan infaq. Hanya pemimpin kafir yang mungkin melakukan itu. Iya kan, iya kan? Pokoknya salah pemimpin kafir.
Ada banjir di beberapa tempat dia tak tahu jalan keluarnya. Ujung-ujungnya hanya kasih instruksi ala bos mafia yang tahunya pokoknya harus teratasi. Bagaimana caranya, ya tidak tahu. Itu urusan bawahan. Bos itu kerjanya beri perintah. Namanya saja pemimpin seiman. Lu mau berontak, gue sikat. Lu mau ngeluh, abis hidup lu. Begitu kira-kira.
Lu berdosa kalau tidak menyelesaikan masalah pemimpin seiman. Mau nanti mayatmu gak disolatin? Mau nanti didemo 7 juta umat? Kelar hidup lo....
Ada ormas nagih THR, dia juga tidak tahu. Kalaupun ada, selama mintanya sopan, yah sah-sah saja. Kalau mau yah serahkan, kalau gak mau juga gak ape-ape. Soalnya ormas yang mungut THR butuh makan, demo sudah sepi, jadi gak ada nasbung lagi. Mau buat demo ntar dituduh makar. Atut atuh!
Lu juga harus tahu kalau ormas tuh bagian dari 7 juta umat. Lu mau didemo? Ya monggo ajah. Selama mintanya gak ke pemimpin seiman mah gak ape-ape. Duit, duit lu, ya ngapain aku urusin? Baru tahu yah kalau pemimpin hasil promosi 7 juta umat seperti sekarang? Makanya jadi warga JKT58%, pahalanya syurga bro.
Yang dia tahu cuma minum air tinja. Luar biasa memang. Kan mantan seleb. Jadi biar kelihatan hasil kerjanya, meskipun hasil tinja, ya promosiin saja. Soal halal haram, tidak ada faedahnya untuk seorang sehebat pemimpin seiman. Surga sudah dikavling buat dia, jadi tidak perlu lagi takut soal halal haram. Ya kan? Berani bilang nggak, awas lu gak masuk surga.
Nah.... giliran DKI dapat WTP, dia nomor satu nongol. Ya iya donk. Masak sejak menjabat tidak ada prestasi? Yah ini nih, WTP. Kog cepat bangat dapatnya? Siapa dulu donk, pemimpin seiman....
Tapi kan kata pejabat pemberi WTP bilang harus berterima kasih juga kepada pemerintah seb.... Etetetet...... Hayo, lanjut kalau berani! Surga atau mayat tak disolatin?
Kalau pejabat pemberi WTP bilang terima kasih kepada Jokowi-Ahok-Djarot karena mereka sudah kerja keras buat e-budgeting dan e-e lainnya, sudah pura-pura nggak dengar saja. Ayooo sekarang kita bilang aja WTP itu rahmat ramadhan. Amin. Biar tampak suci dan sesuai julukan pemimpin seiman. Hihihihi…
Masih mau buka-buka borok pemimpin seiman lagi? Jawabnya hanya satu: semuanya salah pemimpin kafir!
Gimana kalau soal isu kader Gerindra yang video syurnya beredar, bang? Siapa Namanya, Ariodj yah? Husst… jangan keras-keras, lagi puasa. BTW, katanya anunya…..
Salam dari rakyat jelata
0 Response to "Pemimpin Serba Tak Tahu Hanya Ada Di DKI "Ada-ada Saja Anies""
Posting Komentar