
Antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo saling memviralkan berita yang menguntungkan mereka. Tidak mau kalah dengan pendukung Jokowi, kubu pendukung Prabowo dan salah satunya Sandi memviralkan salah satu berita yang menguntungkan mereka. Sandi seperti ingin menenggelamkan berita intimidasi ibu Susi oleh oknum berkaos yang bertuliskan #2019GantiPresiden.
Sandiaga Uno menyatakan ada dua anak yang tewas karena berdesakan dalam acara bagi-bagi sembako di kawasan Monas, Sabtu (28/4/2018). Acara bagi-bagi sembako itu diselenggarakan oleh Forum Untukmu Indonesia. Pihak FUI menyatakan ada 400 ribu kupon sembako dan makanan gratis yang dibagikan.
Dengan memviralkan kabar ini, Sandi berharap berita soal intimidasi Ibu Susi tidak terlalu diviralkan karena nyatanya ada berita yang seharusnya lebih viral, yaitu soal tewasnya dua anak dalam acara bag-bagi sembako di monas.
"Ada dua korban yang mesti kehilangan nyawanya, yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi adinda Rizki. Keduanya warga Pademangan. Adinda Rizki bersama Mahesha Janaedi harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan. Dan ada investigasi lanjutan berkaitan dengan penyebab dari kematian kedua korban yang diderita pada saat terjadinya acara tersebut hari Sabtu," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/4).
Namun ternyata pernyataan Sandi dibantah oleh polisi. Polisi memberikan keterangan yang berbeda. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan dua anak tersebut tidak meninggal karena berdesak-desakan di acara bagi-bagi sembako.
"Bukan karena antrean," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Selasa (1/5).
Argo menjelaskan pertama kali petugas kepolisian mendapat laporan Mahesa yang pingsan di luar pagar Monas pada Sabtu (28/4) lalu. Selanjutnya, Mahesa langsung dibawa ambulans menuju RS Tarakan.
Setelah diperiksa dokter, Mahesa dinyatakan meninggal dunia. Argo menyatakan Mahesa diduga meninggal karena suhu badan tinggi dan dehidrasi.
Sementara itu, Rizki juga ditemukan meninggal dunia di RS Tarakan. Penyebab kematian diduga suhu panas yang tinggi. Dari keterangan keluarga, menurut Argo, Rizki juga disebut mempunyai riwayat penyakit sebelumnya.
Berbedanya informasi yang disampaikan oleh Polisi dan Sandi menunjukkan bahwa ada kepentingan dari diviralkannya berita ini. Sandi sabagai timses Prabowo tentu berharap berita ini bisa mengalihkan perhatian pemirsa terhadap berita intimidasi ibu Susi.
Pernyataan Sandi soal tewasnya dua anak yang meninggal tersebut juga mendapat teguran yang cukup menohok dari Mahfud MD.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali buka suara mengenai insiden tewasnya 2 anak dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4/2018). Beliau menyampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Rabu (2/5/2018).
Mahfud MD pun berkali-kali menjelaskan jika panitia acara harus ditindak dan diadili. Menurutnya, wakil gubernur jangan hanya berkomentar, tetapi dengan otoritasnya bisa menegakkan hukum melalui pihak kepolisian.
Saya rasa pernyataan Mahfud MD merupakan teguran yang sangat telak. Sandi memang terlihat hanya memanfaatkan berita tersebut untuk menenggelamkan berita intimidasi Ibu Susi oleh laki-laki berkaos yang bertuliskan #2019GantiPresiden. Sandi seperti sedang mempertanyakan mengapa berita intimidasi ibu Susi lebih viral dibanding berita tewasnya dua orang anak yang konon karena berdesak-desakan saat pembagian sembako.
Teguran Mahfud MD kepada Sandi memang bisa dimaklumi. Pasalnya, Sandi belum melakukan langkah nyata apapun. Sandi hanya mengomentari insiden tersebut. Oleh sebab itu, hal ini semakin membuktikan bahwa tujuan dari pernyataan Sandi adalah untuk menenggelamkan berita intimidasi Ibu Susi.
Belum lagi soal beda informasi yang disampaikan oleh Sandi dengan polisi. Polisi secara tegas menyatakan bahwa tewasnya dua anak tersebut bukan karena berdesak-desakan. Jika Sandi menyebut tewasnya dua anak tersebut karena berdesak-desakkan, itu artinya Sandi sengaja menggiring opini publik bahwa aksi bahwa panitia aksi bagi-bagi sembako yang harus bertanggung jawab. Tapi anehnya, sampai saat ini tidak ada langkah nyata dari Sandi.
Sampai kemudian Mahfud MD mengeluarkan pernyataan yang cukup menohok. Tidak tanggung-tanggung, Mahfud MD membawa-bawa label wakil gubernur. Mungkin sedang mengingatkan kepada Sandi bahwa tugas gubernur bukan hanya berkomentar, tapi melakukan tindakan yang nyata. hehehe
0 Response to "Teguran Telak Mahfud MD Ke Sandi Soal 2 Anak Meninggal Dalam Bagi-Bagi Sembako di Monas"
Posting Komentar