
TGB adalah Gubernur NTB yang sebelumnya digadang-gadang masuk dalam list rekomendasi calon presiden di pilpres 2019 oleh PA 212. TGB sendiri merupakan salah satu petinggi partai Demokrat. Dukungan dua priode dari TGB ke Jokowi membuat oposisi kebakaran jenggot.
TGB sendiri sebelumnya bersafari hampir ke seluruh Indonesia mengadakan ceramah. Menurut teman yang mengikuti ceramah tersebut, ceramah beliau tidak menyinggung masalah politik. Murni ceramah mengenai agama.
Apa motif berbaliknya arah dukungan TGB, kita juga tidak bisa menebak dengan pasti. Yang pasti, ini menjadi hal positif bagi masyarakat terkait peta perpolitikan Indonesia saat ini. Masyarakat diajak berfikir secara mendalam mengenai politik yang dinamis. Tidak ada yang pasti dalam politik, oleh sebab itu, menjadi pemilih yang cerdas sangatlah penting untuk membuat kualitas politik menjadi lebih baik.
Berkualitas dengan cara memilih orang berpotensi, orang yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Program-program rasioanal yang akan dilaksanakan harus benar-benar dipahami oleh masyarakat.
Menjadi wajar, jika TGB mengatakan bahwa di pilpres 2019 nanti, dukungan rakyat cukup besar kepada Jokowi, karena apa yang telah diperbuat bagi masyarakat memang nyata dan dapat dilihat dengan mata kepala telanjang, bukan angan-angan dan fiksi.
"Saya yakinkan ada perubahan besar di Pilpres terkait dukungan kepada Jokowi," kata gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang ( TGB), Kamis (12/7/2018), seperti yang dilansir kompas.com.
"Dukungan kepada Jokowi lebih ramai diskusinya terhadap apa yang dirasakan di NTB. Saya yakin ada perubahan besar," lanjutnya.
Selain itu, menurut TGB, isu yang lalu akan dihembuskan kembali untuk menyerang Jokowi di pilpres mendatang. Tetapi tidak perlu khawatir, masyarakat NTB memiliki filosopi sendiri yang membuat tidak akan terpengaruh oleh isu-isu murahan seperti PKI dan lain sebagainya. Filosofi tersebut adalah “Saya tak lihat, saya tak percaya" ungkpa TGB.
Ternyata, dukungan TGB kepada Jokowi menjadi ketakutan tersendiri bagi oposisi. Sebab TGB sebelum mendukung Jokowi adalah tokoh papan atas dari pihak oposisi, termasuk PA 212. Nama TGB sudah terlanjur dibangga-banggakan oleh kubu oposisi dan pengagum 212, bahkan Ustadz Abdul Somad dan A’a Gym pun mendukung TGB untuk maju menjadi Capres. Ini sudah pasti menjadi pukulan telak, ketika orang yang dianggap berpotensi menjadi capres di kubu oposisi untuk melawan Jokowi, justru saat ini mendukung dua priode Jokowi.
Mungkin karena kepanikan tersebut, ada oknum yang berusaha menggiring sebuah opini untuk menurunkan kredibilitas TGB dihadapan orang-orang yang kagum kepadanya dengan cara mengedit data diri beliau di Wikipedia. Mengkaitkan beliau dengan salah satu orang dekat Istana, yaitu Luhut Binsar Panjaitan. Selain di profil TGB, di Profil Luhut pun dilakukan pengeditan oleh oknum tertentu.

Karena wikipedia sifatnya siapa saja bisa mengedit, sepertinya hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang paham akan hal ini untuk membuat penggiringan opini dan isu dalam menjatuhkan lawan. Dan lucunya, data dari wikipedia ini digunakan oleh Gerindra untuk menyerang TGB.
Di profil TGB dan Luhut sendiri di edit supaya mereka dianggap memiliki hubungan kekerabatan, yaitu Ipar. Apakah itu benar, saya juga tidak terlalu paham, coba tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.
Entah suatu kebetulan atau bagaimana, antara editan dan pernyataan dari Gerindra sepertinya kompak banget gitu. Editan sendiri masih berumur 2 hari.

Memang Jokowi ini membuat orang gulung kuming, setelah Ngabalin masuk ke pusaran Istana saja sudah membuat kubu oposisi kejang-kejang, kini di tambah lagi TGB, tentu ini membuat jantung hampir meledak menahan amarah, gudah gulana hingga tak enak makan.
Ngabalin dan TGB jika mendukung Jokowi saat ini tidak perlu begitu kerja keras sebenarnya, berbeda ketika mereka mendukung oposisi. Jika mereka mendukung Jokowi, cukup dijelaskan saja secara data dan fakta, karena semuanya nyata, bukan fiksi. Secara rasional akan sangat mudah dipahami, jika menyajikan apa yang telah dilakukan oleh Jokowi, dan mengapa rakyat harus kembali menjadikan Jokowi presiden di periode selanjutanya.
Udah ah, itu aja...
TGB sendiri sebelumnya bersafari hampir ke seluruh Indonesia mengadakan ceramah. Menurut teman yang mengikuti ceramah tersebut, ceramah beliau tidak menyinggung masalah politik. Murni ceramah mengenai agama.
Apa motif berbaliknya arah dukungan TGB, kita juga tidak bisa menebak dengan pasti. Yang pasti, ini menjadi hal positif bagi masyarakat terkait peta perpolitikan Indonesia saat ini. Masyarakat diajak berfikir secara mendalam mengenai politik yang dinamis. Tidak ada yang pasti dalam politik, oleh sebab itu, menjadi pemilih yang cerdas sangatlah penting untuk membuat kualitas politik menjadi lebih baik.
Berkualitas dengan cara memilih orang berpotensi, orang yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Program-program rasioanal yang akan dilaksanakan harus benar-benar dipahami oleh masyarakat.
Menjadi wajar, jika TGB mengatakan bahwa di pilpres 2019 nanti, dukungan rakyat cukup besar kepada Jokowi, karena apa yang telah diperbuat bagi masyarakat memang nyata dan dapat dilihat dengan mata kepala telanjang, bukan angan-angan dan fiksi.
"Saya yakinkan ada perubahan besar di Pilpres terkait dukungan kepada Jokowi," kata gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang ( TGB), Kamis (12/7/2018), seperti yang dilansir kompas.com.
"Dukungan kepada Jokowi lebih ramai diskusinya terhadap apa yang dirasakan di NTB. Saya yakin ada perubahan besar," lanjutnya.
Selain itu, menurut TGB, isu yang lalu akan dihembuskan kembali untuk menyerang Jokowi di pilpres mendatang. Tetapi tidak perlu khawatir, masyarakat NTB memiliki filosopi sendiri yang membuat tidak akan terpengaruh oleh isu-isu murahan seperti PKI dan lain sebagainya. Filosofi tersebut adalah “Saya tak lihat, saya tak percaya" ungkpa TGB.
Ternyata, dukungan TGB kepada Jokowi menjadi ketakutan tersendiri bagi oposisi. Sebab TGB sebelum mendukung Jokowi adalah tokoh papan atas dari pihak oposisi, termasuk PA 212. Nama TGB sudah terlanjur dibangga-banggakan oleh kubu oposisi dan pengagum 212, bahkan Ustadz Abdul Somad dan A’a Gym pun mendukung TGB untuk maju menjadi Capres. Ini sudah pasti menjadi pukulan telak, ketika orang yang dianggap berpotensi menjadi capres di kubu oposisi untuk melawan Jokowi, justru saat ini mendukung dua priode Jokowi.
Mungkin karena kepanikan tersebut, ada oknum yang berusaha menggiring sebuah opini untuk menurunkan kredibilitas TGB dihadapan orang-orang yang kagum kepadanya dengan cara mengedit data diri beliau di Wikipedia. Mengkaitkan beliau dengan salah satu orang dekat Istana, yaitu Luhut Binsar Panjaitan. Selain di profil TGB, di Profil Luhut pun dilakukan pengeditan oleh oknum tertentu.

Karena wikipedia sifatnya siapa saja bisa mengedit, sepertinya hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang paham akan hal ini untuk membuat penggiringan opini dan isu dalam menjatuhkan lawan. Dan lucunya, data dari wikipedia ini digunakan oleh Gerindra untuk menyerang TGB.
Di profil TGB dan Luhut sendiri di edit supaya mereka dianggap memiliki hubungan kekerabatan, yaitu Ipar. Apakah itu benar, saya juga tidak terlalu paham, coba tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.
Entah suatu kebetulan atau bagaimana, antara editan dan pernyataan dari Gerindra sepertinya kompak banget gitu. Editan sendiri masih berumur 2 hari.

Memang Jokowi ini membuat orang gulung kuming, setelah Ngabalin masuk ke pusaran Istana saja sudah membuat kubu oposisi kejang-kejang, kini di tambah lagi TGB, tentu ini membuat jantung hampir meledak menahan amarah, gudah gulana hingga tak enak makan.
Ngabalin dan TGB jika mendukung Jokowi saat ini tidak perlu begitu kerja keras sebenarnya, berbeda ketika mereka mendukung oposisi. Jika mereka mendukung Jokowi, cukup dijelaskan saja secara data dan fakta, karena semuanya nyata, bukan fiksi. Secara rasional akan sangat mudah dipahami, jika menyajikan apa yang telah dilakukan oleh Jokowi, dan mengapa rakyat harus kembali menjadikan Jokowi presiden di periode selanjutanya.
Udah ah, itu aja...
0 Response to "Oposisi STRES dan TGB OPTIMIS Kepada Jokowi 2 Periode di Tahun 2019"
Posting Komentar