loading...
loading...

Gerindra: Prabowo (Ketua Partai) Bukan Petugas Partai. Betul Pak, Kapolri Juga Bukan Polisi Kok.






Prabowo akhirnya menyatakan diri siap menjadi calon presiden. Meski sudah gagal melawan Jokowi saat dirinya masih memiliki banyak dukungan, rupanya dia masih belum menyerah. Fakta bahwa Jokowi memiliki dukungan yang jauh lebih kuat tidak digubris. Maklum, syahwat berkuasa begitu tegang.

Namun ada pernyataan yang aneh luar binasa keluar dari pihak Gerindra. Katanya Probowo itu bukan petugas partai.


"Pak Prabowo itu bukan petugas partai karena Prabowo ketum partai, pimpinan partai, tapi beliau menerima mandat dari kader dan rakyat Indonesia," kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade

Entah saya yang oon atau mereka yang sembarangan ngomong. Petugas partai adalah anggota partai yang menjalankan tujuan partai sesuai dengan ideologi partai tersebut. Bukankah ketua partai sudah dengan sangat jelas menjadi nahkoda partai? Tujuan ketua partai akan menjadi tujuan partai.

Andre menyinggung calon kompetitor Prabowo di Pilpres 2019, yaitu Joko Widodo. Sang petahana itu disebut Andre hanyalah petugas partai, tak seperti Prabowo yang merupakan pimpinan tertinggi Gerindra. Jokowi, untuk diketahui, merupakan kader PDIP.

"Jangan samakan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi yang petugas partai," ucap Andre.

Apakah Jokowi petugas partai? Bisa ya bisa tidak tergantung pada sudut pandang. Jokowi didukung penuh oleh PDIP dan menjadi lambang dari kekuatan PDIP. Suara ke PDIP bakal bergerak ke arah Jokowi. Dalam hal ini Jokowi bisa dibilang sebagai petugas partai.

Namun Jokowi tidak menunjukkan keberpihakan yang terlalu besar kepada PDIP. PDIP memang mendapatkan kursi menteri, tapi kementrian yang strategis dan penting diberikan kepada profesional. KPK tidak disetir untuk menghindari PDIP. Dalam hal ini Jokowi bisa dibilang bukan petugas partai.

Jadi bagaimana soal Prabowo bukan petugas partai? Kalau mau diartikan secara harafiah, berarti Prabowo sudah keluar dari Gerindra. Namun kita bisa melihat sendiri Prabowo masih merupakan ketua Gerindra. Eamng betul mereka suka sekali asal ngomong sok suci padahal isinga kosong.

Kalau pakai logika mereka, maka Kapolda dan Kapolri bukanlah petugas polisi. Apakah mungkin ketua kepolisian bukan polisi? Apakah mungkin Panglima TNI bukan tentara? Apakah mungkin ketua kelas bukan murid sekolah?

Emang betul mencoba mengerti pola pikir kaum sebelah cuman bikin pusing. Logika diputarbalikkan demi kepentingan. Lihat saja apa yang dikatakan pihak Gerindra.


"Prabowo adalah figur yang mendengarkan aspirasi kader, aspirasi rakyat. Prabowo maju sebagai capres bukan karena ambisi pribadi, tapi sebagai figur yang selalu mendengarkan aspirasi kader dan rakyat Indonesia. Ternyata kader dan rakyat menginginkan Prabowo maju. Beliau menerima mandat," tegas Andre.

Katanya Prabowo maju karena aspirasi rakyat dan bukan ambisi pribadi. Ini merupakan ngeles yang sangat kentara. Politisi sudah jelas memiliki ambisi untuk mendapatkan kekuasaan. Ahok saja mengaku kalau menjadi politisi itu harus membidik posisi tertinggi.

Ingin menjadi presiden itu normal. Jokowi juga sudah pasti memiliki ambisi untuk menjadi Presiden. Yang menjadi pertanyaan adalah untuk apa menjadi presiden. Kalau Jokowi tujuannya menjadi Presiden ya ingin membangun infrastruktur Indonesia yang amburadul. Juga menyerdehanakan birokrasi yang rumit.

Kalau Prabowo, apa tujuan dia ingin menjadi Presiden? Untuk ‘mensejahterakan rakyat? Itu pun cuman ‘rakyat tertentu’ yang sejahtera. Ingin membangun infrastruktur? Rumah tangga saja tidak bisa dibangun. Ingin Indonesia ditakuti dunia? Lha, dirinya sendiri pernah kabur ke Yordania.

Sekarang Prabowo masih perlu berkoalisi untuk bisa resmi menjadi capres. Apakah ada partai lain yang mau ikut? PKS sudah pasti akan ikut, kubu Jokowi tidak bakal mau menerima PKS. Partai lain masih belum jelas.

Namun bila kita melihat kekuatan Jokowi, maka kemungkinan Prabowo untuk menang sangat kecil. Ini bukan lagi tahun 2014 dimana Jokowi masih dianggap hijau dan kekuatan Prabowo berada pada puncaknya. Ini sudah tahun 2019 dimana progam Jokowi sudah terbukti dan reputasi Prabowo mulai pudar.

Kali ini tidak akan ada lagi tuduhan Terstruktur, Sistematis dan Massif. Kalau Prabowo tidak mampu mengambil dukungan yang besar, maka Jokowi akan menang secara otomatis. Sudah ada bukti, tinggal ditunjukkan. Prabowo cuman memiliki janji. Pakai logika dasar maka kita tahu siapa yang akan dipilih.

Akhir kata, pilihlah pemimpin yang omongannya masuk akal. Buktinya ada di Jakarta kok. Masih ingat janji rumah DP 0? Rupanya DP masih bakal dibayar dalam bentuk cicilan kan? Itu pun numpang progam Jokowi. Makanya kita perlu melihat bukti, bukan janji.

Sumber : seword.com

0 Response to "Gerindra: Prabowo (Ketua Partai) Bukan Petugas Partai. Betul Pak, Kapolri Juga Bukan Polisi Kok."

Posting Komentar