
Untuk menghibur pendukung Prabowo dan yang masih bermimpi Prabowo menang, Zheng WJ seperti biasa membuat ‘framing’ fantastis dan bombastis, lewat tulisan ‘Prabowo Pasti Menang’, lewat postingan di akun FB-nya yang sempat hilang lalu eksis lagi. Zheng meracau menghibur diri dalam fantasinya soal kemenangan Prabowo.
Prabowo pasti menang? Ya iyalah klaim Zheng. Mungkin teringat’drama kemenangan Prabowo saat Pilpres 2014 sampai sujud syukur. Tapi itu fiksi.Realitanya Prabowo harus melihat kemenangan Jokowi hingga hari ini.
Tapi Zheng licik, Prabowo menang kan tidak ditulis lengkap dalam konteks apa. Jadi pasti Zheng akan ngeles kalau Prabowo kalah Pilpres dengan alasan tadi bahwa itu bukan dalam konteks Pilpres. Tapi tunggu dulu.
Tulisan Zheng WJ itu diturunkan jelang Prabowo menerima mandat dari Geirndra sebagai petugas partai. Jadi Prabowo pasti menang itu dipastikan akan menang dalam Pilpres 2019. Analisi yang seperempat mateng lagi-lagi dari Zheng.
Zheng meracau seperti ini di kalimat awalnya : Rayap-rayap istana menginfiltrasi nyaris semua partai. Golkar direbut. Kyai, profesor, ahli hukum, aktifis dikasi proyek. Partai bocah dibentuk. Tengik. Figur abal-abal diberi ruang untuk nyaleg. Gerakan mahasiswa terdistorsi. Poros ketiga ingin diciptakan.
Tanda kepanikan, soalnya poros dan koalisi sebelumnya Prabowo bersama Golkar di Pilpres 2014 membuat kekuatan Prabowo sangat solid. Minggatnya Golkar ternyata membawa luka dan kepedihan bagikubu Prabowo. Bahasa ‘Golkar direbut’, tenryata membuat Zheng meradang, haha.
Para kyai atau ulama justru menunjukkan dukungan yang tulus kepada Jokowi. Di NTB para ulama sebanyak 500 Tuan Guru memilih mendukung Jokowi. Berita minggu ini, para ulama Jawa Barat juga mendukungnya secara spontan. Padahal tak dikasih proyek, semuanya tulus mendukung beliau si Pak Jokowi. Gimana tuh Zheng? Analisis gak mateng lagi dah, mentah.
Zheng lanjut dengan kalimat yang basi,”Mereka paling takut dengan Prabowo Subianto. Maka operasi offensive counter-intelligence digelar. Target besarnya, to damage Prabowo's long-term capability to combat Joko.”
Takut? Siapa yang takut dengan Pak Prabowo? Takut Prabowo menang? Istilah ‘takut’ tak dijelaskan tapi maknanya menunjukkan takut dengan kemampuan Prabowo untuk mengalahkan Jokowi. Lagi-lagi itu dalam alam mimpimu, Zheng. Zheng melanjutkan dengan kalimat yang membuat tanda tanya:
“Skenario Pilkada Jakarta bisa terulang di Pilpres 2019. Maka, Pisahkan Prabowo dan umat. Jangan biarkan umat memposisikan Prabowo sebagai panglima besarnya.” Skenario kemenangan licik atau skenario politik busuk dan brutal atau apa?
Zheng membaca ada berbagai skenario yang ingin menghadang Prabowo sehingga beliau harus distop. Sabotase ide dirilis dengan munculnya figur alternatif, sebutnya. Racun ‘Prabowo diposisikan sebagai "king-maker" diakuinya efektif.
Jadi penulis menyimpulkan bahwa desakan Prabowo untuk maju rupanya untuk membantah bahwa Prabowo itu bukan hanya sekelas ‘king-maker’. OK, jadi terpaksa nih ceritanya supaya Prabowo nggak kalah.
Lalu tuding Zheng bahwa sebagian rayap istana seolah mendorong Anies Baswedan supaya masuk bursa. Alasan mereka, Prabowo sudah tua. Not fit for the job. "Kasi Anies sajalah," begitu celoteh mereka.
Padahal Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, jusgtru mendukung Anies jadi calon Presiden dalam acara Temu Kangen Aktivis Pergerakan Mahasiswa era 80-90 di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki (TIM) Jumat malam, 2 Maret 2018.
Zheng lalu menyatakan bahwa Prabowo sehat-sehat saja. Anies sering berkata dia tidak akan melangkahi Prabowo. Dia punya etika.Prabowo dan Anies sama-sama anak patriot. Bicara soal etika dengan Anies? Haha, jangan ketawa dan jangan dikatain.
Nggak melihat pada masa kampanye lalu si Anies justru menjelek-jelekkan Prabowo dan mendukung Jokowi? Zheng belum tahu ternyata kelicikan Anies yang sangat licin dan tak ada tandingannya dengan Zheng. Polos juga ya si Zheng ini, belum ketipu aja ama Anies.
Justru nanti Anies akan menjadi juru kampanye Prabowo yang bisa diandalakan karena Anies itu jago cuap-cuap. Serahkan saja pada Anies maka pasti ada harapan Prabowo menang. Penulis akui kelebihan Anies itu mampu memikat para pemilih ke depannya.
Lanjut, Zheng mangakui bahwa Pak Jokowi aman tapi sekaligus katanya’ Joko is in trouble’. Menurut Zheng, statement menteri-menterinya berulang kali menyakiti perasaan orang banyak. Rupanya Zheng ini baperan ya.
Lalu Zheng mencoba menyoroti soal citra "merakyat" Pak Jokowi yang menurutnya, “Nyaris habis digerus berbagai aksi akrobatik motor chopper, boxing, insident persija dan sebagainya”. Apaan tuh, aksi motor chopper justu makin viral dan menenggelamkan aksi para penunggang kuda dari Hambalang.
Jadi akhirnya, benar juga analisis fiksi Zheng, Prabowo menang dan mereka termasuk Zheng akan sujud syukur. Ya sudahlah, biarkan ‘drama kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2014’ terulang. Nantinya kalau kalah, meracau lagi nggak jelas dan didelete lagi akunnya. Stres lagi si Zheng.
Sumber : seword.com
0 Response to "Prabowo Pasti Menang, Analisis Fiksi Dan Nggak Mateng Dari Zheng Wei Jian"
Posting Komentar