loading...
loading...

Survei Elektabilitas Jokowi Disebut Jadi-Jadian Oleh Gerindra, Maksudnya Yang Ikut Survei Makhluk Astral Gitu?






Sejak tahun lalu sudah ramai berbagai lembaga mengadakan survei yang meneliti elektabilitas calon presiden yang diramalkan akan bertarung pada Pilpres 2019. Yang pasti petahana, Presiden Jokowi diikutkan di dalam survei itu, melawan Prabowo dan sejumlah capres lainnya.

Hasilnya rata-rata memang elektabilitas Jokowi lebih unggul daripada yang lain. Misalnya seperti yang disebut di detik.com, PolcoMM Institue pada 25 Maret 2018 (49,08 persen), Poltracking pada 18 Februari 2018 (55,9 persen), LSI Denny JA pada 2 Februari 2018 (48,50 persen), Indo Barometer pada 15 Februari 2018 (Jokowi 32,7 persen), dan sebagainya. Sedangkan Prabowo selalu berada di bawah angka Jokowi. Misalnya, PolcoMM Institue pada 25 Maret 2018 (29,67 persen), Poltracking pada 18 Februari 2018 (29,9 persen), Indo Barometer pada 15 Februari 2018 (19,1 persen).


Harusnya sebagai partai-partai yang akan menjadi lawan Jokowi pada Pilpres 2019, mereka bisa introspeksi diri, melihat apa kekurangan Prabowo mungkin dan mencoba untuk menggali kelebihan apa yang bisa ditawarkan. Namun, yang digelontorkan justru sentimen-sentimen negatif dan narasi-narasi yang pesimistis, semacam Indonesia bubar, pengibulan, elit goblok bermental maling dan lain sebagainya. Sehingga menurut seorang pengamat, dilansir oleh kompas.com, Pangi Chaniago yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center, kepesimisan Prabowo tersebut justru menggerus pemilih milenial Prabowo sendiri. Prabowo cenderung memancing berbagai sentimen negatif, di mana hal itu tak disukai generasi milenial. "Bagi generasi milenial, itu membuat mereka tidak nyaman dan tidak suka, mengingat mereka adalah generasi yang optimis. Artinya, generasi milenial yang ada pada Pak Prabowo bisa bergeser," ucap dia. Ia meyakini bahwa Prabowo akan semakin kesulitan dalam merebut suara pemilih pemula jika tak mampu mengelola isu dengan baik di hadapan generasi milenial.

Menurut Pangi, calon presiden yang akan bertarunf pada Pilpres 2019 harus mampu meraih suara pemilih milenial, karena angkanya nyaris besar dari total penduduk Indonesia. Nah, harusnya Gerindra, PKS, dan partai-partai lainnya menyadari hal ini. Bahkan memanfaatkan hasil survei maupun lembaga survei itu sendiri untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat. Eh, maaf kok saya sepertinya jadi membantu mereka ya? Ini hanya menunjukkan ketidaklogisan yang saya lihat. Karena yang berikutnya, sesuai judul di atas, lebih tidak logis lagi.

Kok di judul ada kata “jadi-jadian”? Nah, itu adalah tanggapan dari Gerindra atas hasil survei elektabilitas yang semuanya mengunggulkan Jokowi. Maksudnya survei dari alam gaib? Yang ikut survei itu makhluk astral? Dalam dunia supranatural?

Dilansir oleh detik.com, Waketum Gerindra Arief Poyuono malah meragukan hasil berbagai survei tersebut, dan bahkan menuding bahwa sejumlah lembaga survei hanya menjadi alat propaganda Jokowi. Lho?? "Elektabilitas yang disajikan lembaga survei tidak bisa jadi dasar untuk Joko Widodo bisa lanjut ke dua periode loh. Apalagi elektabilitas Joko Widodo itu kayak elektabilitas jadi-jadian yang disajikan lembaga survei selama ini," ujar Poyuono. "Lembaga survei saat lebih menjadi alat propaganda dan alat mem-framing bagi Joko Widodo seakan-akan Joko Widodo masih diinginkan menjabat lagi, padahal fakta antara elektabilitas Joko Widodo dengan kinerja pemerintahannya tidak simetris."

Apa ini istilahnya, kalau awak tak pandai menari, jangan katakan lantai yang terjungkat? Atau kalau tidak bisa menari, jangan lantai yang disalahkan. Kalau memang kenyataannya hasil survei itu kebanyakan menempatkan Prabowo di bawah posisi Jokowi, harusnya introspeksi dulu. Bukannya menyalahkan lembaga surveinya. Terus nanti kalau pas di Pilpres jagoannya kalah kemudian menyalahkan siapa lagi?

Belum benar-benar masuk arena saja sudah memperlihatkan sentimen yang selalu negatif. Mencari-cari isu yang bisa dipakai untuk memojokkan pemerintahan Jokowi, namun kenyataannya ke mana pun Jokowi pergi, rakyat selalu menyambut dan mengelu-elukan beliau. Semuanya rebutan pinin dekat, pingin salaman, pingin selfie, dan pingin cium tangan beliau. Dan Presiden Jokowi itu bukan orang yang belagak bossy, payung pun dibawanya sendiri, dan makan maupun menginap di tempat-tempat yang biasa.

Kenapa tidak bercermin pada kesederhanaan Jokowi? Kenapa Prabowo jadi sangat kaku, sampai menegur para kader dan pendukung yang mau selfie. Ini tidak akan bisa menang jika dibandingkan dengan Jokowi. Akhirnya jadi mencari-cari celah lagi untuk menimpakan kesalahan. Dan sekarang yang dituding adalah lembaga-lembaga survei itu. Saya kira tadinya menuding makhluk astral dari alam gaib, eh ternyata. hehe..

0 Response to "Survei Elektabilitas Jokowi Disebut Jadi-Jadian Oleh Gerindra, Maksudnya Yang Ikut Survei Makhluk Astral Gitu?"

Posting Komentar