loading...
loading...

Jokowi Tak Balas Kejahatan Dengan Kejahatan. Semua Boleh Lewat “Tol Jokowi”





Sudah sekian lama Jokowi terus diserang dengan hujatan, caci maki bahkan fitnahan keji dari pihak oposisi beserta pendukungnya. Banyak pula yang sudah diluar batas kesopanan. Benar-benar tindakan tak berperikemanusiaan yang sama sekali tidak mencerminakan nilai-nilai ke-Tuhanan dan keagamaan yang adalah kasih dan kebaikan.

Mulai dari nyinyirin Jokowi soal hutang, pencitraan, anti Islam, antek asing, PKI, kriminalisasi ulama, tagar #2019GantiPresiden, lagu 2019 Ganti Presiden dan masih banyak tuduhan lainnya. Semua itu justru membuka kedok asli betapa jahatnya orang-orang yang ingin menjatuhkan Jokowi. Menjatuhkan Jokowi bukan dengan adu prestasi, tapi dengan cara memfitnah dan memprovokasi untuk memecah belah rakyat dan membuat kekacauan. Stabilitas negara yang jadi taruhannya. Benar-benar jahat khan.


Akibatnya, tak sedikit juga orang-orang yang tadinya bukan pendukung Jokowi akhirnya jadi berbalik mendukung Jokowi gara-gara iba melihat Jokowi yang terus menerus diserang dan difitnah tanpa pernah membalas. Sampai detik ini aku memang belum pernah melihat Jokowi membalas satu patah katapun. Semua sudah ditelan dengan ikhlas oleh Jokowi dengan segenap keluarganya. Orang-orang ini sendirilah yang lama-lama muak melihat kelakuan jahat politikus-politikus busuk yang melakukan segala cara untuk berkuasa. Rakyat sudah makin cerdas sekarang. Semoga rakyat yang cerdas itu adalah kita. Amin.

Kami sendiri para Jokower jujur juga sangat geram dan tak terima dengan perlakuan di luar batas seperti itu. Bagaimana bisa orang sebaik Jokowi yang sudah nyata giat bekerja sekuat tenaga memajukan negara justru dijegal dengan cara-cara licik seperti yang sudah dilakukan pihak lawan selama ini. Ahok juga sudah pernah mengalaminya. Jujur kami memang tidak bisa dan tak akan pernah membiarkan Jokowi berjuang sendirian. Kami rela berjuang membantu Jokowi sekalipun tak dibayar. Kepuasan hati membela orang baik itulah bayaran kami yang tak bisa ditukar dengan apapun juga.

Tagar #2019GantiPresiden kami lawan dengan tagar #DiaSibukKerja. Hasil kinerja Jokowi yang sudah nyata bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya kami share dan promosikan kemana-mana dengan bangga. Semua itu kami lakukan dengan sukarela sebagai bentuk dukungan kami pada pemerintah yang nyata-nyata sudah bekerja giat membangun negara. Jokowi orang baik. Itu bisa kami rasakan dalam hati kami para simpatisan yang ada. Dan faktanya, Jokowi memang orang baik. Kami tak salah mendukung beliau. Dunia saja bisa mengakuinya, betapa bodohnya kalian anak-anak bangsa yang justru menghujatnya.

Jika sekarang bulan puasa sudah hampir berakhir. Lebaran sudah semakin mendekat. Mudik merayakan Idul Fitri sudah dimulai hari-hari ini. Infrastruktur megah nan bermanfaat yang sudah dikebut Jokowi dan segenap jajarannya mulai dibutuhkan di sini. Sangat dibutuhkan untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik yang tak sedikit jumlahnya. Mengingat hari raya Idul Fitri adalah hari raya umat mayoritas di Indonesia yang sangat dinanti-natikan, geliatnya jelas sangat terasa tak seperti hari raya lainnya. Belum lagi para turis domestik dan manca negara yang pergi berlibur memanfaatkan liburan panjang yang ada. Semuanya tumplek blek di jalan. Dari tahun ke tahun penyakitnya ya macet lagi macet lagi.

Tapi tahun ini sungguh berbeda keadaannya. Berkat pembangunan yang terus digenjot Jokowi sejak awal beliau menjabat sebagai Presiden, manfaatnya sudah bisa kita petik sekarang. Berjuta-juta ucapan “Terima kasih Jokowi” mewarnai mudik lebaran tahun ini. Ini semua fakta yang tak dapat disangkali siapapun juga termasuk pihak oposisi.

Kinerja Jokowi inilah yang sejak dulu sampai sekarang selalu dinyinyirin pihak lawan. Yang inilah, yang itulah padahal sumber data dan informasinya tidak jelas. Dasar mereka mengkritik Jokowi justru dari ucapan provokasi dan fitnah yang dilancarkan pihak lawan politik Jokowi. Salah satu oknum menyebalkan itu bernama Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS.

Salah satu ucapan nyinyir Mardani yang dilontarkan tanpa data dan fakta yang jelas adalah,


“Jadi, masyarakat ketika pilih pemimpin cari yang baik, cari yang tidak berbohong, yang memiliki kecintaan terhadap negara, dan tidak menyiksa ulama."

Coba bayangkan. Pantaskah ucapan semacam ini dilontarkan oleh seorang anak bangsa yang mengaku cinta pada negaranya??? Sementara dengan mata kepalanya sendiri Mardani bisa menyaksikan betapa majunya pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi beserta jajarannya. Tak ada sedikitpun penghargaan dari seorang Mardani untuk Jokowi, Presiden yang sah di negara ini. Mardani malah memecah belah rakyat untuk ganti Presiden sebelum waktunya. Benar-benar kurang ajar.

Lucunya, saat simpatisan Jokowi sibuk memasang spanduk bertuliskan 'Jalan Tol Pak Jokowi' dalam moment mudik lebaran kali ini, sebagai salah satu wujud kekesalan pada aksi nyinyir yang selalu dipertontonkan Mardani dan kroni-kroninya, Mardani pula yang protes paling kenceng.


"Iya tol itu bukan tol Pak Jokowi, itu tolnya rakyat. Karena dibangun sama rakyat. Jadi nggak kenapa-kenapa, kita masuk tol bayar kan," kata Mardani, Sabtu, 9 Juni 2018.

Aneh khan jadinya. Orang-orang yang selama ini sibuk nyinyirin kinerja Jokowi termasuk soal pembangunan tol yang katanya dari hutanglah, buang-buang uanglah dan lain-lain dan sebagainya, saat ikut memakai fasilitas negara yang dibangun di atas ludah fitnah mereka terhadap Jokowi, tiba-tiba jadi ngaku-ngaku kalau tol itu punya rakyat. Rakyat yang bagaimana dulu??? Rakyat macam apa kau itu??? Rakyat yang tak tahu malu dan tak tahu berterima kasih tentunya. Itulah kalian.

Dengan dalih karena masuk tol kan bayar, Mardani merasa menjadi bagian dari rakyat yang memiliki infrastruktur-infrastruktur yang dinyinyirinnya sendiri. Tiba-tiba aku jadi teringat pada salah seorang muridku di tempat aku mengajar dulu. Dia marah padaku karena aku memberinya PR tambahan untuk lebih mengasah kemampuannya. Anak itu marah dan berkata dengan sangat tidak sopan padaku, “Bu Jemi ngga berhak nyuruh-nyuruh aku. Karena selama ini akulah yang membayar Bu Jemi.”


Saat aku mengalami hal itu, jujur hatiku tertusuk. Sepersekian detik aku kehilangan nafas dan akal sehatku. Akhirnya aku memutuskan untuk menenangkan diri di kamar mandi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti itu jugalah yang dirasakan Jokowi selama ini. Lebih parah malahan. Apa yang sudah aku alami tak sesakit apa yang sudah dirasakan Jokowi selama ini. I feel you Bapak.

Tapi hari ini, aku jadi semakin mengagumi Jokowi. Lewat Kantor Staf Presiden, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP, Eko Sulistyo, Jokowi menegaskan bahwa tol yang dibangun tersebut diperuntukkan bagi semua masyarakat tanpa melihat perbedaan pandangan politik.

Ah Bapak…… aku benar-benar terharu dengan caramu memperlakukan kami semua anak-anak bangsa. Tak sedikitpun kau membedakan kami. Anak-anak yang manis dan anak-anak yang bandel sama-sama kau cintai. Anak-anak yang kurang ajarpun tetap kau sayangi tanpa membeda-bedakan. Tak salah aku menyayangi dan mencintaimu. Tak salah aku mendukungmu.

Di moment lebaran yang suci ini aku sudah mendapat berkat yang luar biasa dari sikap bijaksanamu. Terima kasih untuk teladan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang sudah kau berikan padaku. Doa dan cintaku selalu untukmu Pak Jokowi. Tuhan memberkatimu. Amin.

0 Response to "Jokowi Tak Balas Kejahatan Dengan Kejahatan. Semua Boleh Lewat “Tol Jokowi”"

Posting Komentar