loading...
loading...

Tak Pernah Jadi Rakyat, Bisakah AHY Menjadi Pemimpin Yang Merakyat?






Demi kekuasaan, apapun dipolitisasi. Jika kubu sebelah mempolitisasi agama, nampaknya kubu Demokrat mengambil segmen lain. Demokrat ingin membentuk koalisi kerakyatan, agar seolah-olah calon pemimpin yang diusung oleh Demokrat adalah pimpinan yang benar-benar merakyat. Jargon “merakyat” ini yang sepertinya hendak dijual oleh Demokrat.

Namun sayangnya, Demokrat kurang terliti. Demokrat juga terlalu memaksakan AHY sebagai sosok yang merakyat sehingga kemudian tidak sadar bikin poster AHY memakai sabuk Louis Vuitton yang merupakan merek asal Perancis. Hehe


Mmepromosikan pemimpin yang merakyat, tapi AHY sendiri adalah sosok yang tidak pernah merasakan jadi rakyat kecil. AHY mana paham penderitaan rakyat kecil. AHY mana pernah mencium bau keringat rakyat kecil.

Sejak kecil AHY sudah hidup enak. AHY adalah putra mahkota dinasti cikeas. Dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan (kecuali jadi presiden karena ini melalui proses Pilpres. heheh). Dia ingin membeli apa, tinggal minta. Harta orang tuanya tidak akan habis.

Makannya ketika Demokrat terus mempromosikan AHY sebagai pemimpin Indonesia, apakah tidak terlalu memaksakan? Apakah AHY bisa menjadi pemimpin yang benar-benar bisa merakyat dan mengerti kesusahan rakyat?

Saya koh lebih yakin memasrahkan negara kepada seseorang yang memang berasal dari rakyat kecil. Pemimpin seperti ini sudah pernah merasakan betapa susahnya jadi rakyat kecil. Pemimpin seperti ini sudah kenyang mencium bau keringat rakyat kecil. Pemimpin seperti ini memiliki wajah dan kulit yang tidak halus lagi, karena telah digunakan untuk bekerja keras, serta berpanas-panasan di bawah sinar matahri.

Apa rakyat Indonesia rela memasrahkan jabatan presiden kepada seseorang yang tidak pernah hidup susah, kulitnya putih mulus tak pernah berpanas-panasan di bawah sinar matahari, tanggannya halus tidak pernah melakukan pekerjaan yang kasar, bahkan tak pernah memikirkan betapa mencari sesuap nasi.

Orang sekeren AHY lebih cocok jadi selebriti atau model papan atas dunia. AHY memiliki wajah yang tampan yang menjadi idola para wanita. Tubuh AHY juga sangat atletis. Kulitnya putih mulus. Jika mau mencoba dunia entertainment di Indoesia maupun dunia, AHY bisa jadi aktor papan atas bahkan bisa meraih oscar.

Ini serius. Saya melihat potensi AHY ada di situ, selain di militer tentunya. Sampai saat ini saya tidak percaya AHY bisa menjadi pemimpin yang benar-benar merakyat.baju-baju AHY harganya tidak biasa, bahkan bisa untuk biaya hidup rakyat selama berbulan-bulan. Sabuknya saja impor. Mungkin dirinya gatal-gatal kalau memakai baju lokal sehingga harus impor.

Pemimpin merakyat adalah pemimpin yang berasal dari rakyat kecil, bukan dari kalangan elit. Pemimpin merakyat adalah pemimpin yang sudah pernah merasakan pahit getirnya hidup menjadi rakyat kecil. Pemimpin merakyat adalah pemimpin yang sudah familiar dengan bau keringat rakyat. Pemimpin merakyat adalah pemimpin yang tidak risih ketika harus blusukan ke tempat-tempat kotor sekalipun untuk menemui rakyatnya. Pemimpin merakyat adalah pemimpin yang tidak risih memakai baju dan sepatu murah buatan lokal, serta naik pesawat kelas ekonomi.


Pemimpin yang benar-benar merakyat saat ini hanyalah Jokowi. Jokowi lahir dari rakyat kecil, bukan kalangan ellit. Jokowi sudah pernah menjalani susahnya hidup sebagai rakyat kecil. Berkat keuletan dan kejujurannya, Jokowi berhasil memperbaiki kehidupan dari awalnya pengusaha meubel kecil-kecilan, menjadi pengusaha meubel yang bisa ekspor ke luar negeri, menjadi wali kota, gubernur, hingga presiden. Jokoai adalah presiden yang lahir dari perut rakyat.

Jokowi tidak risih blusukan ke berbagai wilayah di Indonesia. Jokowi tidak risih naik pesawat kelas ekonomi. Jokowi tidak risih ketika baju yang dikenakannya adalah baju murah buatan lokal yang dijual di pasar.

Kulit Jokowi yang tidak putih dan tangan yang tidak halus menujukkan bahwa dirinya adalah seorang pekerja keras. Guratan garis wajahnya menunjukkan Jokowi sudah kenyang pengalaman pahit getirnya hidup. Jokowi sudah bisa merasakan penderitaan rakyat kecil dalam menjalani kehidupan.

Jika AHY memaksakan diri untuk jadi pemimpin yang merakyat, tirulah Jokowi dan putra-putranya. Meskipun putra seorang presiden, putra-putra Jokowi lebih memilih lepas dari orang tua, membangun usahanya sendiri, dan tidak memanfaatkan jabatan orang tua untuk memperkaya diri.

AHY haru lepas dulu dari SBY. Bangun usaha secara mandiri, menjadi rakyat kecil terlebih dahulu, dan jangan terburu-buru nyapres. Tapaki dulu tahap demi tahap. Cobalah berjuang di tingkat wali kota, terus gubernur, baru presiden, jangan terburu-buru. Jangan sampai menjadi kepomong yang dipaksa untuk segera jadi kupu-kupu.

0 Response to "Tak Pernah Jadi Rakyat, Bisakah AHY Menjadi Pemimpin Yang Merakyat?"

Posting Komentar